4 Alasan Penting Ibu Harus Segera Menggendong Bayi Saat Sedang Menangis

RSV-3_Baby-with-mom
11
Jul

Ibu tidak perlu khawatir mengganggu atau menyakiti bayi jika Ibu hendak menggendongnya kapan pun saat ia menangis. Berikut adalah empat alasannya!

1. Ibu bisa menghindari ketidaknyamanan fisik

Meskipun bayi yang menangis diperkirakan karena alasan psikologis, seperti rasa bosan dan kesepian. Mungkin juga, bayi mengalami ketidaknyamanan fisik sampai Ibu menggendongnya dengan belaian lembut.

Menggendong adalah satu-satunya cara Ibu dapat memeriksa bayi secara visual (misalnya, terjadi ruam), Ibu dapat mengubah posisi tubuhnya dan mengecek suhu tubuhnya. Teknik sederhana ini memungkinkan Ibu menyingkirkan alasan fisik utama untuk tangisannya.

2. Kontak tubuh Ibu membuat bayi rileks

Air matanya berasal dari tekanan fisik atau tekanan psikologis, kontak tubuh Ibu dapat memberinya kepastian, terutama jika Ibu menggendong bayi yang menangis sehingga ia mampu menekan dada Ibu.

Sentuhan Ibu sudah familiar dan menenangkan. Ia mampu merasakan otot, detak jantung dan suhu tubuh Ibu saat tangan kecilnya memegang erat seperti itu, yang pada gilirannya mempengaruhi reaksi tubuhnya sendiri. Kata-kata menenangkan dari Ibu juga memiliki dampak yang lebih besar saat bayi merasakan tangan, lengan dan tubuh Ibu di sampingnya.

Ibu mungkin menemukan bahwa secara bertahap, detak jantung dan pernapasannya mulai bertepatan dengan tubuh Ibu. Pencocokkan respirasi spontan ini sering terjadi antara ibu dan bayi selama kontak fisik yang dekat.

3. Bayi merasa aman dan terlindungi

Ada dimensi emosional yang terjadi ketika Ibu menggendong bayi. Jadi, jika Ibu hanya masuk ke kamarnya untuk membangun kembali rasa amannya tanpa perlu menggendongnya, kemungkinan ia tidak akan bisa melihat dan mengenali wajah Ibu.

Isak tangisnya begitu kuat hingga penglihatannya kabur. Itulah sebabnya tindakan menggendongnya, bahwa kontak manusia, segera menyebar rasa aman melewatinya.

4. Sentuhan meningkatkan ikatan

Studi psikologis memastikan bahwa kontak fisik yang penuh cinta dari Ibu meningkatkan proses ikatan antara ibu dan bayi. Tentu saja, Ibu dapat menerapkan sentuhan seperti ini dalam banyak cara saat bayi bangun. Misalnya saat Ibu mencuci dan mengganti bajunya, saat Ibu memeluknya, memberinya makan, atau saat bayi berada dalam pelukan Ibu sambil berbicara dengannya.

Menggendong saat bayi menangis di malam hari juga memiliki efek yang sama. Jika ikatan ditingkatkan dengan sering melakukan kontak fisik di siang hari, bayangkan betapa lebih banyak efek yang akan terjadi saat bayi menangis dan tertekan di malam hari.

 

Share This