4 Penyakit Penyebab Anak Sulit Makan

I will not eat
03
Nov

Meskipun penyebab anak sulit makan  lebih banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis, problem anak sulit makan juga sering pula disebabkan infeksi atau kelainan bawaan. Kadang, bukan infeksinya sendiri yang menyebabkan kondisi anak menurun, melainkan sulit makannya itu. Karena sulit makan, kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi. Oleh karena itu, atasi dulu penyakit yang ada agar masalah anak sulit makan dapat berangsur pulih.

Inilah 4 penyakit ataupun kelainan yang umumnya menghambat pola makan anak:

1. SARIAWAN SEBABKAN SULIT MAKAN
Sulit makan dapat diakibatkan oleh penyakit sariawan. Sariawan pada anak balita mudah terdeteksi karena dia sudah bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya. Kadang disertai suhu tubuh yang naik, tapi tak terlalu tinggi, dan juga berkurangnya nafsu makan.
Sariawan berbentuk bulatan kecil berwarna putih atau kekuningan. Mula-mula berdiameter 1-3 mm, lalu berkembang berbentuk selaput. Jika selaputnya mengikis, maka akan terlihat lubangnya.

Penyebab sariawan bisa berasal dari trauma akibat gigitan atau tersodok sikat gigi, bisa juga karena jamur candida albican, dan virus herpes simplek. Umumnya sariawan pada balita disebabkan trauma dan jamur.

Sariawan dapat menyebabkan anak sulit makan. Sebab, makanan yang masuk ke mulut akan menyebabkan rasa sakit. Apalagi jika anak harus mengunyah. Akhirnya, anak jadi susah makan. Walaupun terlihat sepele, sebagai akibatnya anak bisa dirawat di rumah sakit. Yang jadi masalah bukan sariawannya, tapi efeknya yang menyebabkan anak jadi sulit makan sampai berhari-hari, sehingga perlu dirawat.

2. ANAK SULIT MAKAN KARENA PENYAKIT TANGAN, KAKI DAN MULUT (HFMD/Hand-Foot-Mouth-Desease)
Ini juga menjadi biang keladi anak sulit makan. Penyakit yang disebabkan virus ini, gejalanya hampir tak kentara, tampak seperti gejala flu biasa. Mula-mula terjadi suhu badan meninggi, batuk pilek, mual-mual, dan tak nafsu makan. Selanjutnya muncul gejala bintil-bintil atau visikel seperti cacar air di daerah tangan, kaki, dan selaput mukosa mulut seperti sariawan. Jadi, selain menunjukkan gejala tak nafsu makan, anak sulit makan juga lantaran bintil-bintil yang tersebar di sekitar mulut dan bahkan tenggorokan.
Penting diketahui, selain menyebabkan anak sulit makan karena ada luka di mulut, jika terjadi komplikasi, penyakit ini cukup berbahaya. Penularan penyakit tangan, kaki, dan mulut ini  bisa melalui udara atau terjadi kontak badan langsung dengan si penderita. Misal, saat terjadi kontak fisik, bintil-bintilnya pecah dan mengeluarkan cairan yang lalu menempel di korban berikutnya. Bisa juga lewat makanan dan minuman. Mula-mula “virus Singapura” ini masuk ke tenggorokan yang merupakan benteng pertahanan pertama. Karena ada virus, suhu tubuh pun naik; ada yang hanya panas biasa, ada juga yang sampai tinggi. Kemudian virus ini berkembang biak dan menyebar ke sel-sel organ tubuh lain. Virus ini bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel. Bila terjadi penyebaran ke paru-paru, otak atau jantung, bisa menimbulkan kematian.

3. INFEKSI SALURAN KEMIH SEBABKAN SULIT MAKAN
Infeksi yang menyebabkan anak sulit makan ini disebabkan kuman yang bersifat naik keatas (ascendent). Penyebabnya, kuman dari anus yang pindah ke saluran kemih. Biasanya terjadi pada perempuan, yang setelah buang air besar, membasuh anusnya dengan arah dari belakang ke depan.

Umumnya, infeksi ini memiliki gajala demam sehingga selera makan anak menurun. alias anak susah makan. Terlebih ketika buang air kecil, rasanya sakit sekali.
4. ANAK SULIT MAKAN KARENA KECACINGAN
Penyakit ini dapat menyebabkan anak sulit makan alias mpengaruhi nafsu makan jika jumlah cacing di saluran pencernaan anak cukup banyak, sehingga perut anak terlihat kembung dan buncit. Jika tidak, maka tak akan berpengaruh.

Banyaknya cacing akan menggumpal dan menutupi saluran makan atau pencernaan. Akibatnya, makanan yang masuk akan dimuntahkan kembali atau kalaupun masuk sebagian disantap oleh cacing tersebut. Efek lainnya, berat badan anak bisa menurun.

 

Sudah jelas, kan, penyakit-penyakit yang menyebabkan anak sulit makan.

Sumber : nakita

Share This