Ketika Si Kecil Mulai Suka Bertanya, Ini Solusinya Mums

900-499225288-lots-of-questions-in-his-mind
26
Sep

Dear Mums

Si Kecil bertanya mengapa perutnya selalu terasa lapar di jam sarapan? Mengapa cacing merambat dengan perutnya, dan bukan berjalan seperti dirinya? Mengapa Mama harus pergi bekerja? Dan masih banyak lagi

Mums, jangan heran apabila anak Anda seperti tak henti-hentinya bertanya. Karena menurut sebuah penelitian, seorang anak mampu mengajukan hingga 300 pertanyaan setiap hari, dan terungkap juga bahwa anak gadis 4 tahun lebih banyak bertanya dibandingkan anak laki-laki.

Mengapa ia bertanya?

Menurut para ahli perkembangan anak, usia 2 hingga 4 tahun adalah masa pembentukan kemampuan kognitif untuk memahami mengapa suatu hal dapat terjadi dan membuat koneksi logis antara satu hal dengan hal lainnya. Maka sangat penting bagi Anda untuk memberikan jawaban yang masuk akal.

Pertanyaan yang diajukan anak adalah sebuah tanda kehausannya akan pengetahuan dan bagian penting dari perkembangan mental anak.

Hal yang pertama Anda lakukan adalah :
1. Bersabar.
Dengan situasi hati yang tenang Anda akan dapat menjawab semua pertanyaan ‘bos’ kecil tanpa mematikan rasa keingintahuan sekaligus meningkatkan keinginannya untuk terus belajar.

2. Konsisten dengan fakta

Ketika ada pertanyaan, ‘Mengapa air di kolam renang dingin, Ma?’ Saya tak memberikan jawaban seperti ‘Karena tak ada kompor di bawahnya.’
Jangan berikan jawaban tak logis atas pertanyaannya karena Anda mengira ia tak akan mengerti, atau karena Anda merasa lelah memikirkan jawaban terbaik dan ingin agar ‘gangguan’ dari anak Anda lekas berakhir. Juga jangan beri jawaban seperti, ‘Karena memang begitu dari dulu’ atau bahkan ‘kok Adek tanya-tanya melulu sih.’ Berikan jawaban yang sesuai dengan kenyataan secara umum. Namun jangan gunakan bahasa yang terlalu rumit dan agar Si Kecil dapat memahami maksud kita.

 

Semoga Bermanfaat Mums

Share This