Anak Mengacak-anak Makanan? Ini Manfaatnya yang Ibu Belum Tahu

231875_ilustrasi-balita-bayi-anak-makan_663_382
19
Jul

Bagi sebagian ibu, momen memberi makan anak boleh jadi cukup mengesalkan. Salah satu perilaku yang membuat kesal adalah anak senang mengacak-acak makanan.

Bukannya melahap makanan atau minuman, anak malah memainkan makanan dan minuman itu, termasuk mengacak-acak makanan.

Makanan di dalam wadah, dia ambil, diacak-acak, dibuang, dan sebagainya. Menyikapi hal itu, orangtua jangan marah terlebih dahulu.

Demikian diungkapkan Dra Mayke Tedjasaputra, Psi, Msi. dalam tabloid nakita edisi 406, Januari 2017 lalu mengatakan, orangtua sebaiknya tidak sedikit-sedikit memberi sanksi.

Kalau hal itu dilakukan, dikhawatirkan anak jadi pasif bahkan anak bisa tumbuh menjadi sosok pemberontak.

Dampak selanjutnya, kalau terlalu banyak memberi hukuman, ungkap Mayke, anak bisa kehilangan inisiatif untuk eksplorasi dan menemukan hal-hal baru.

Inilah karakter anak-anak sebenarnya. Mereka itu semakin dilarang akan semakin menjadi.

Lebih lanjut, Mayke menuturkan, seandainya anak menumpah-numpahkan air belum tentu tujuan awalnya ingin seperti itu.

Bisa jadi dia menuang air ke wadah, tetapi karena belum bisa menakar dengan tepat, air pun meluber keluar.

Demikian juga seandainya anak mengacak-acak makanan, bisa jadi karena dia ingin tahu apa hasilnya kalau makanan diadur-aduk.

Mengacak-acak makanan, bisa jadi karena dia ingin tahu apa hasilnya kalau makanan itu diaduk-aduk.

Untuk mengatasinya adalah dengan memberikan altematif dan mendampingi anak agar bisa diberikan masukan mengenai apa yang terjadi.

Misal, saat dia bermain air, ajaklah bermain di tempat yang tidak membahayakan seseorang walaupun airnya tumpah.

Sekaligus ajarkan, kalau wadah sudah penuh, diisi ke wadah lain supaya airnya tidak meluber, ajarkan menuang perlahan-lahan.

Jadi, anak belajar mengendalikan gerakan tangan dan memperkirakan berapa banyak air yang bisa dia tuang ke dalam wadah tertentu.

Mengaduk-aduk makanan, mungkin terkesan tidak menghargai makanan, namun bisa diakali dengan cara memberikan bubur susu untuk diaduk dengan air secukupnya kemudian dimakan.

Berikan saja dalam takaran kecil. Atau bisa diberikan sisa sayur yang sudah dipotong-potong dan suruh dia mengaduk-aduk, sekadar memuaskan keinginan tahunya.

Apabila dia memaksakan untuk mengaduk-aduk makanan yang seharusnya dia makan, siasati agar tidak memberikan makanan sekaligus dalam jumlah banyak.

Sebab akan memancingnya memainkan makanan, terutama ketika dia sudah kekenyangan.

Menyentil, memukui dan hukuman lain, tidak akan membuahkan hasil.

“Jadi cobalah Ibu jalankan saran-saran yang telah diberikan,” tegas Mayke.

MANFAAT MENGACAK-ACAK MAKANAN

Selain rasa ingin tahu anak yang besar, tahukah ibu, mengacak-acak makanan atau menuangkan air ke dalam wadah ternyata sarat manfaat. Salah satunya adalah mengasah kemampuan motorik halus anak.

Motorik halus melibatkan otot-otot kecil tubuh seperti otot-otot tangan dan jari.

Dengan mengacak-acak makanan, anak belajar memegang, menjumput, melepaskan makanan.

Semua itu berdampak positif karena melatih kemampuan motorik halus anak yang nantinya berguna saat anak belajar menulis, menggambar, dan aktivitas lain yang melibatkan kemampuan motorik halus.

Selain itu, mengacak-acak makanan juga mengasah kemampuan sensomotorik anak. Kemampuan sensomotorik melibatkan kelima indra anak, yaitu indra peraba, perasa, pendengaran, penciuman, dan penglihatan.

Indra perabanya akan terasah saat anak menyentuh makanan dengan beragam tekstur, mulai kasar, kenyal, cair, halus, dan lain-lain.

Saat anak mencicipi makanan yang diacak akan merangsang indra perasanya.

Demikian juga saat si kecil mencium aroma masakan, mendengar bagaimana saat makanan itu diaduk atau air dituangkan, juga aneka bentuk, warna, dan  jenis makanan, indra pendengaran dan penglihatannya juga ikut terlatih.

Jadi, sesekali, biarkan anak mengacak-acak makanan juga salurkan hobinya menuangkan air dari wadah. Tentu sesuai dengan rambu-rambu yang diterapkan bu Mayke di atas.

Share This