Anak Usil Karena Kecerdasannya di Atas Rata-rata

20141021_081057_ilustrasi-anak-usil
16
Nov

 

Hal-hal berikut ini mungkin familiar buat Mama Papa: si adik tiba-tiba merebut sandal atau sepatu kakaknya kemudian terlihat menikmati ketika si kakak marah atau menangis. Terkadang, si kakak yang sedang asyik bermain balok-balok susun diganggu dengan cara merobohkan menaranya, kemudian si adik tertawa. Atau ia terkadang mengambil makanan yang ada di piring kakaknya.

Semua hal itu ia lakukan sambil mencermati ekspresi si kakak yang berubah. Ia pun terlihat sangat senang dengan perubahan ekspresi si kakak. Batita sudah bisa usil, ya?

Meskipun kerap menimbulkan pertengkaran kakak-adik yang heboh, sebenarnya Mama Papa tak perlu cemas. Menurut psikolog Endang Fourianalistyawati, MPsi, keusilan batita merupakan hal yang wajar. “Usia batita merupakan tahap perkembangan emas atau golden age di mana anak sering mencoba banyak hal untuk memenuhi rasa ingin tahunya, yang biasanya semakin meningkat seiring semakin bertambahnya usia,” ujarnya.

Di satu sisi, menurut Endang, keusilan merupakan indikasi kreativitas anak dalam merespons hal baru yang hadir di depan matanya. Keusilan ini bisa membantu mengembangkan kemampuannya dalam banyak hal. Misal, meningkatkan kemampuan problem solving karena anak mampu melihat sisi lain dari suatu kondisi dan menciptakan hal-hal kreatif untuk memenuhi keinginannya.

Keusilan batita juga dapat mengindikasikan kemampuan motorik halus dan kasarnya sudah berkembang dengan baik, sehingga anak senang mempraktikkan keahlian-keahlian barunya. Tingkat kecerdasan pada anak yang usil ini pun biasanya di atas rata-rata. Pada batita dengan kemampuan humor yang baik, ia juga senang melakukan keusilan-keusilan yang membuat lingkungan sekitarnya tertawa.

“Kadang, anak bisa usil karena iseng semata,” tutur Endang.

Di sisi lain, keusilan juga merupakan salah satu di antara banyak indikasi anak yang hiperaktif. Anak tidak bisa diam lebih dari 5 menit, sehingga akan selalu mencari cara agar ia bisa selalu bergerak. Untuk hal ini anak perlu penanganan secara khusus.

Nah, Mam, tak perlu marah-marah kalau si batita mulai usil pada kakaknya, ya. Karena keusilan menunjukkan kreativitas anak.

Narasumber: Endang Fourianalistyawati, MPsi, Dosen dan Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Jakarta

 

 

 

Share This