Apakah Hamil Anggur Itu?Yuk Cek Disini

bubbles fixx
21
Mar

Janin yang tumbuh dan berkembang dengan optimal adalah harapan setiap Ibu hamil. Namun 10 dari 100 Ibu hamil mungkin tidak mengalami hal itu, bukan hanya karena keguguran tapi juga karena kehamilan anggur.

Kehamilan anggur merupakan kehamilan yang jarang terjadi, dimana janin yang sudah dibuahi tidak tumbuh dan berkembang seperti seharusnya. Namun berkembang dengan banyak sel-sel telur yang mirip anggur, karena itulah disebut kehamilan anggur.

 

Hamil anggur sendiri sebenarnya merupakan tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Dimana terjadi karena plasenta tidak berkembang secara normal pad sel telur yang sudah dibuahi. Karena itu sel-sel yang abnormal tersebut akan berbentuk seperti sekumpulan kista dengan jumlah yang banyak.

Mungkin Bunda sekarang ini mulai dilanda perasaan cemas dengan membaca fakta-fakta kehamilan anggur tersebut. Namun Bunda tidak perlu khawatir jika Bunda rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan yang menyebut kalau kehamilan Bunda sehat. Apalagi kehamilan anggur sebenarnya merupakan kondisi medis yang jarang terjadi

Ya, peran dokter sangat membantu untuk mendeteksi sejak dini akan adanya risiko kehamilan anggur. Hal ini bukan hanya supaya bisa memberikan langkah penanganan sejak dini tapi juga untuk memberikan penanganan terbaik terhadap kehamilan.

Hamil anggur umumnya terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah jenis partial molar pregnancy dan kedua adalah complete molar pregnancy. Kedua jenis ini pada dasarnya berbeda, meski penyebabnya berasal dari hal yang sama yaitu gangguan pada kromosom disaat prises pembuahan.

Partial molar pregnancy, kehamilan anggur terjadi karena adanya penggandaan kromosom pria pada proses pembuahan. Sedangkan pada jenis complete molar pregnancy, kehamilan anggur terjadi karena dua kromosom yang berasal dari Ibu dan ayah menghilang secara tiba-tiba. Pada prosesnya dua kromosom pada prosese pembuahan tetap terjadi, hanya saja kromosom dari Ibu menghilang secara tiba-tiba. Atau dengan kata lain pada proses pembuahan terjadi kromosom ayah dan Ibu bercampur namun pada prosesnya kromosom Ibu tiba-tiba menghilang dengan sendirinya. Hal tersebutlah yang membuat kehamilan yang normal tidak dapat terjadi.

Kehamilan anggur memang merupakan kasus yang jarang terjadi. Namun meski hamil anggur termasuk merupakan kondisi medis yang jarang, bukan berarti itu tidak bisa terjadi. Bukannya untuk menakut-nakuti Bunda tapi jauh lebih baik agar Bunda bisa mengetahui penyebab dan cara menghindari kehamilan anggur.

Apa Penyebab Hamil Anggur?

Tak ada asap maka tak ada api, seperti itulah kira-kira yang menggambarkan kehamilan anggur. Hamil anggur tidak akan terjadi tanpa ada penyebabnya. Apa saja penyebab kehamilan anggur?

Menurut para pakar kehamilan, sebenarnya ada dua faktor utama yang dapat menyebabkan kehamilan anggur. Pertama adalah faktor usia, kedua adalah faktor riwayat kehamilan.

Para pakar kehamilan sepakat agar menyarankan setiap wanita hamil sebelum 30 tahun dan di atas 20 tahun. Meski sebenarnya di usia 30 tahun ke atas masih ada kemungkinan hamil dengan sehat. Hanya saja hamil di atas 30 apalagi 40 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kehamilan anggur. Begitu pula jika usia masih dibawah 20 tahun. Pasalnya di atas usia 30 tahun, tidak dipungkiri kalau kualitas tubuh sudah mulai berkurang, sementara  jika di bawah 30 tahun kromosom dan kesiapan tubuh belum siap untuk menjalan kehamilan. Sehingga risiko hamil anggur pun tinggi.

Kehamilan anggur termasuk keguguran sangat penting untuk bisa mendapatkan penanganan medis seperti kuret, agar semua sel-sel abnormal atau pun sel-sel yang tidak tumbuh dengan baik dapat dikeluarkan. Jika tidak maka risiko hamil anggur pun dapat terjadi. Hal tersebut karena adanya sisa-sisa jaringan dari keguguran atau hamil anggur sebelumnya yang tertinggal di dalam rahim. Sehingga saat proses pembuahan berikutnya dapat mempengaruhi pertumbuhan sel-sel telur yang sudah dibuahi.

 

Selain dua faktor utama tersebut, golongan darah bawaan seperti wanita golongan darah A dan AB juga dapat menjadi faktor penyebab kehamilan anggur. Namun hal ini masih perlu untuk didalami dengan baik.

Penggunaan pik KB dalam jangka waktu lama juga disebut dapat menyebabkan hamil anggur. Hal tersebut karena senyawa kimia yang berada di dalam tubuh juga bisa mengganggu proses pembuahan.

Saat membaca penyebab hamil anggur, Bunda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara mendeteksinya sejak dini? Selain tentu rutin berkonsultasi dengan dokter Bunda dapat mendeteksi hamil anggur dengan mengetahui tanda atau gejala hamil anggur.

Gejala hamil anggur tentunya berbeda dengan kehamilan yang normal. Jika kehamilan normal ditandai dengan terlambat haid, morning sickness dan beberapa tanda kehamilan umum lainnya. Maka hamil anggur ditandai dengan adanya pendarahan yang diiringi dengan rasa sakit yang berlebih. Pendarahan ini dapat terjadi secara terus menerus atau terputus-putus dengan warna darah yang merah terang sampai coklat tua. Pendarahan ini umumnya terjadi di usia 6 sampai 16 minggu kehamilan.

Mual dan muntah yang menjadi tanda kehamilan juga terjadi pda kehamilan anggur. Tapi tentunya gejala ini berbeda dengan kehamilan normal. Mual dan muntah yang dialami oleh Ibu hamil anggur dibarengi dengan gejala lain, seperti mudah lelah, berkeringan berlebih, detak jantung tidak teratur dan pembentukan plasenta lebih cepat dari normalnya.

Bagaimana Cara Menghindari Kehamilan Anggur?

Hmil anggur tentunya menjadi mimpi buruk bagi setiap Ibu yang mengalaminya, untuk itu penting agar kita bisa menghindarinya sedini mungkin. Untuk menghindari kehamilan anggur, Bunda hanya perlu melakukan langkah sederhana. Pertama yaitu membatasi usia kehamilan Bunda alias hamil dibawah 30 tahun dan diatas 20 tahun. Kedua menjaga kehamilan dengan baik sejak awal kehamilan dan yang terakhir rutin memeriksakan kondisi tubuh Bunda ke dokter. Hal ini penting agar setiap gangguan bisa mendapatkan penanganan medis baik yang terdeteksi maupun yang tidak terdeteksi.

 

 

 

Share This