Batita Jadi Vegetarian Karena Sayang Hewan. Bagaimana Ibu Mengatasinya?

03
Mar

 

Anak menyayangi binatang adalah hal lumrah. Namun, rasa sayangnya terhadap binatang bisa menjadi ekstrem hingga ia tak mau makan dagingnya. Anak kemudian secara tak sengaja menjadi vegetarian.

Jika kasusnya seperti ini, semua orang tua pasti berharap agar fase ini dapat dilewati dengan segera. Ibu hanya perlu memberikannya pengertian tentang gizi makanan yang sebaiknya ia cukupi agar tidak mudah sakit.

Terkadang, anak pun tak menyukai tekstur makanan berdaging, sehingga ia memilih untuk menghindarinya daripada menyantapnya. Padahal, di masa batita, anak masih memerlukan cukup protein, asam lemak omega-3, zat besi, zinc, dan kalsium.

Anak yang keras kepala sebaiknya tidak dipaksa. Rasa sayangnya terhadap binatang baik baginya sebagai tanda perkembangan berjalan normal. Jangan mencegah insting makannya dengan memaksanya makan apa yang Ibu berikan.

Ada banyak studi kesehatan yang menunjukkan manfaat dari diet vegetarian. Belum lagi manfaat terhadap lingkungan. Tapi, harus dipastikan anak yang sedang tumbuh ini mendapatkan semua makanan yang tepat. Jadi, Ibu harus membuat beberapa perubahan dan memberikan fokus tambahan pada dietnya.

Bila anak memang tidak menyukai daging, sebaiknya Ibu menyediakan ikan agar kebutuhan protesin anak tetap tercukupi. Bila hasilnya sudah cukup baik. Ibu bisa menambahkan menu makanan bayam, brokoli, telur, chia, kacang-kacangan dan labu.

Ini adalah fase baru dan tidak akan lama, anak yang vegetarian tidak sepenuhnya kesalahannya ataupun orangtua. Ini terjadi karena anak sedang mengalami proses perkembangan pada penanaman nilai dan norma yang positif. Orang tua harusnya bangga dan mendukungnya.

 

Share This