Bayi Kembarnya Sakit, Cynthia Lamusu Sempat Panik Karena Hal Ini

11113-bayi-kembarnya-sakit-cynthia-lamusu-sempat-panik-karena-hal-ini
11
Oct

Semua ibu pasti akan cemas dan khawatir melihat bayi sakit. Ini pula yang tengah dirasakan penyanyi Cynthia Lamusu ketika kedua bayi kembarnya sakit.

Dilansir dari Instagram, Cynthia menceritakan kronologi bayi kembarnya yang dalam kondisi kurang sehat dan mengalami muntah-muntah.

Udah dalam perjalanan di mobil (tapi belum jauh dari rumah) tiba-tiba #Bima muntah muntah (sebelumnya pagi memang sempat muntah sedikit 1 kali),” tulisnya pada caption foto.

Istri dari Surya Saputra ini pun mengaku panik melihat bayi laki-lakinya menjadi lebih banyak muntah dari sebelumnya.

“Jujur… saya dan @suryasaputra507 agak panik lihat Bima kok jadi serius muntah-muntahnya (total 6 kali muntah, setiap habis minum atau makan langsung muntah).”

Setelah muntah terjadi, kondisi tubuh Baby Bima pun kian melemas. Lalu yang membuat Cynthia semakin resah ialah dua hari sebelumnya Baby Tatjana juga mengalami gejala yang serupa.

Untungnya, keduanya tak mengalami demam tinggi dan masih nafsu makan walau sedikit berkurang akibat trauma karena setiap sehabis makan atau minum pasti akan dimuntahkan kembali.

Lalu, tindakan selanjutnya Cynthia berkonsultasi dengan dokter anak melalui salah satu aplikasi chatting di smartphone sebelum membawa bayi kembarnya ke rumah sakit.

Oleh dokter, disarankan untuk minum obat anti mual dan muntah serta obat untuk radang atau infeksi usus sebagai tindakan pertolongan pertama.

“Alhamdulillah setelah minum obat itu, Bima berhenti muntah-muntahnya. Tadi malam sebelum tidur jam 9 malam (jamnya telat banget ini) malah sempat makan lahap sekali, mungkin dia lapar karena sebelumnya makannya kan kurang nyaman karena ada rasa mual.”

Untungnya, tidak ada muntah lagi meskipun obat masih tetap diminum ditambah dengan probiotik resep dokter. Bima dan Tatjana pun sudah ceria dan aktif lagi walaupun nafsu makan belum kembali normal.

Menurut laman WebMD, salah satu dampak muntah yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Anak cenderung dehidrasi lebih cepat daripada orang dewasa.

Jika anak rewel, mulut kering, kulit dingin, terdapat cekungan pada mata dan intensitas pipis menurun artinya anak mengalami dehidrasi.

Asupan cairan yang lebih dari cukup sangat penting untuk mengatasi anak yang muntah. Selain air putih, Ibu bisa memberinya asupan minuman yang lebih bernutrisi misalnya jus. Muntah juga menyebabkan nutrisi dalam tubuh ikut hilang.

 

Maka, penting bagi Ibu untuk memerhatikan asupan gizinya saat ia muntah-muntah. Pada bayi muntah yang perlu diwaspadai terutama pada bayi di bawah usia 3 bulan dan muntah lebih dari sekali dalam sehari.

Selain itu, muntah yang disertai dehidrasi juga perlu penanganan lebih lanjut. Muntah yang diikuti demam tinggi, sakit kepala, ruam, sakit perut dan darah dalam muntahan membutuhkan penanganan dokter.

Saat mengatasi anak muntah, Ibu tidak boleh menganggap bahwa muntah hanya disebabkan oleh masalah salah makan atau masuk angin.

Muntah yang tidak ditangani dapat berakibat serius misalnya dehidrasi berat. Ibu juga sebaiknya menghindari memberikan obat terutama pada anak usia dini. (*)

Sumber : Nakita

 

Share This