Bayi Menelan Lilin Mainan Hingga Tak Bisa Bernafas. Inilah Kondisinya Sekarang

10526-bayi-8-bulan-menelan-lilin-mainan-hingga-tak-bisa-bernafas-ini-kondisinya-sekarang
25
Aug

Pentingnya keselamatan anak pada kenyataannya tidak bisa diremehkan begitu saja, apalagi soal mainan. Penting bagi orangtua untuk memilah tekstur, bentuk, ukuran, serta kandungan yang ada di dalam mainan tertentu karena bisa jadi mainan yang sedang anak pegang bisa membahayakan nyawanya.

Contoh saja kejadian yang menimpa bayi perempuan Elya Elisa Mohd Kadafi yang masih berusia 8 bulan ini.

Ia dilarikan ke rumah sakit setelah sempat tidak bernafas akibat menelan plastisin atau lilin malam yang biasa menjadi mainan anak-anak di atas usia 1 tahun.

Ternyata, bayi yang berasal dari Malaysia ini menelan plastisin setelah adzan maghrib berkumandang.

Sementara, Nur yang merupakan ibu bayi mengatakan, anaknya mengambil mainan tersebut dari kakaknya. Ketika itu, sang kakak tengah tertidur pulas, dan tiba-tiba saja Elya mengambil dan menelannya.

“Setelah tertelan, anak saya terus tersengal seperti tidak bisa bernafas” ucap Nur.

Karena kondisi bayinya yang semakin mengkhawatirkan, akhirnya Nur membawanya ke rumah sakit setempat.

Hasil x-ray dari rumah sakit menunjukkan adanya plastisin yang tertelan. Bahkan, saat Elya buang air besar, ada sedikit plastisin yang keluar. Beruntung nyawanya dapat terselamatkan dan kondisinya semakin membaik.

Dari kasus tersebut, Ibu perlu tahu bagaimana memilihkan mainan yang aman untuk bayi ataupun anak agar hal ini tak terulang kembali. Menurut Dr. Budi Haryanto, SKM, MKM, MSc, dari Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, ada 5 jenis zat kimia pada mainan yang dilarang beredar di Indonesia.

1. Cobalt

Ini adalah bahan kimia berbahaya yang biasanya digunakan untuk membuat benda-benda tertentu dari bahan plastik. Bahan ini juga sering dijadikan mainan juga.

2. Ethylene glycol

Biasa digunakan untuk membuat rambut boneka.

3. Methyl ketone

Biasanya terdapat pada pakaian anak, atau pakaian boneka.

4. Antimony

Biasa terdapat pada high chair atau kursi bayi.

5. D4 dan parabens

Kerap ditemukan pada krim bayi dan tisu basah untuk bayi.

Senyawa-senyawa kimia di atas, juga bisa ditemukan pada pewarna, bahan karet, dan kayu mainan bayi dan anak.

Mudahnya dalam memilih mainan, pilih mainan yang telah tersertifikasi. Logo SNI, CE, ST, bisa kita jadikan patokan untuk menilai mainan yang akan dibeli bebas dari 5 zat berbahaya.

 

(Artikel ini sudah ditayangkan di Grid.id dengan judul: Bayi Ini Sempat Tak Bisa Bernafas, Ternyata Ini yang Dia Telan)

Share This