Biarkan Anak Melompat-lompat di Tempat Tidur

1
07
Apr

 

Mama mungkin senewen mengapa si batita suka sekali melompat-lompat di tempat tidur. Video No More Monkeys Jumping on the Bed yang Mama putarkan berulang-ulang seolah tidak ada gunanya. Si kecil tetap saja melompat-lompat sambil berteriak-teriak kegirangan. Mama jelas khawatir ia akan jatuh seperti waktu pertama kali suka melompat-lompat.

Kenapa sih, anak suka melompat-lompat di tempat tidur? Lalu, bagaimana cara melarang anak batita melompat di tempat tidur?

Pertama-tama, perlu Mama ingat bahwa anak batita pada dasarnya punya banyak energi. Tak ada cara yang lebih baik buatnya untuk menyalurkan energinya dengan berlari dan melompat-lompat.

Namun, perlu Mama ketahui pula, berlari dan melompat merupakan bagian dari life skills atau kecakapan hidupnya. Di usia 18 bulan, anak-anak mulai mampu mempercepat langkahnya. Namun berlari membutuhkan konsentrasi penuh. Ia hanya akan mampu berlari secara lurus, dan belum mampu berlari sambil berbelok.

Menjelang usia dua tahun, anak makin gemar berlari, dan di umur 2,5 tahun ia mungkin sudah dapat berlari dengan baik. Itulah saatnya Mama harus selalu mengawasinya. Ingat ya, mengawasi, bukan melarangnya berlari.

Setelah itu, anak mungkin mulai menganggap melompat itu jauh lebih menantang daripada berlari. Berlari adalah masalah mempercepat langkah. Sedangkan melompat ternyata membutuhkan lebih banyak koordinasi, seiring dengan keyakinannya akan kemampuan fisik yang meningkat.

Pada anak batita, membuat kedua kakinya terangkat dari lantai secara bersamaan tidak semudah yang Mama lihat. Butuh banyak latihan untuk mengkoordinasikan banyak gerakan yang dibutuhkan saat mempraktikkan ketrampilan ini. Mama perlu bersabar, dan justru sering memberikan dorongan agar ia berani melakukannya.

Kegiatan fisik bukan sekadar melatih ketrampilan motoriknya, tetapi juga mengajarkan koordinasi, kekuatan, dan keberanian sebagai fondasi aktivitas fisiknya dalam jangka panjang. Sebelum si batita belajar melompat, ia akan menguji apa yang bisa dilakukan oleh tubuhnya.

Sebagai contoh, Mama mungkin akan melihat anak satu tahun yang baru bisa berjalan akan mengangkat satu kakinya bergantian. Hal ini ternyata merupakan latihan awal sebelum ia mampu mengangkat kedua kakinya dari lantai. Kemudian, setelah berusia dua tahun ia akan belajar melompat ke permukaan yang lebih rendah (misalnya dari anak tangga terbawah ke lantai). Hal itu lebih mudah daripada melompat dari permukaan yang sama sambil berdiri tegak. Semakin bertambah usianya, semakin meningkat tingkat kesulitannya.

Jadi, Mam, tak usah khawatir jika anak melompat-lompat di tempat tidur. Karena, melompat merupakan ketrampilan gerakan yang fundamental, dan sangat menyenangkan buat anak. Semakin sering Mama memberi kesempatan anak untuk melompat-lompat, ia akan semakin bahagia. Berlari dan melompat menjadi cara yang baik untuk meningkatkan koordinasi dan gerakan anak, sekaligus menjaga jantung dan tulangnya tetap sehat.

 

Share This