Hati-hati Melakukan Apapun di Depan Anak Sebab Ia Peniru yang Andal

trinaPeyton-5585-Edit
18
Oct

Sadar atau tidak sadar, anak adalah sosok peniru yang andal. Apapun yang kita lakukan pastinya sering ia tirukan.

Sebuah iklan ini berasal dari Organisasi NAPCAN Australia pada tahun 2013 menunjukkan realitas bahwa anak adalah peniru yang andal.

Iiklan ini menyoroti dengan tajam bagaimana anak-anak dapat dengan mudah dipengaruhi secara tidak sadar menirukan orang tua mereka dan berpotensi berperilaku negatif.

Bagaiamana tanggapan Ibu setelah melihat video ini. Apakah marah?

Video ini  memberi gambaran pada kita bagaimana masa depan dunia tergantung pada contoh yang kita perlihatkan pada anak.

Tapi sadarkah jika mungkin kita pun melakukan hal sama tanpa kita sadari?

Terkadang kita tidak melakukannya dengan sengaja dan tidak bermaksud memberi contoh buruk pada anak. Namun, si kecil pastinya langsung meniru apa yang kita lakukan.

Anak belajar dari meniru dan dia akan meniru segala tingkah laku perbuatan yang ditunjukkan oleh orang dewasa terutama orang tuanya. Ia banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan mereka dengar.

Perkataan, sikap dan emosi yang Ibu tunjukkan tanpa disadari akan ditiru oleh anak.

Menurut psikolog Dr Roger Schank, dari Engines for Education,  dalam melakukan sesuatu anak biasanya akan melakukan apa yang mereka lihat atau apa yang dikatakan pada mereka.

Artinya anak lebih senang langsung mencoba melakukan hal tersebut dibanding mengetahui apakah hal tersebut baik atau buruk bagi mereka.

Dengan kata lain, mereka belajar dengan melakukannya terlebih dahulu.

 

Anak yang gemar meniru juga disebabkan kemampuan mereka yang belum sampai tahap mana yang baik dan tidak.

Sehingga anak-anak cenderung menyalin apa yang mereka lihat.

Anak mungkin mendengar nasihat yang Ibu berikan untuk menjelaskan mana yang baik dan benar, namun perilaku yang dilihat oleh mereka lebih besar pengaruhnya .

Berteriak, berkata kasar, berkata bohong adalah beberapa contoh masalah yang sering terjadi pada anak-anak.

Oleh karena itu, ada baiknya kita sebagai orangtua memperbaiki diri

 

 

Sumber : mutualresponsibility.org

 

 

Share This