Ini Dia, Trik Membujuk Si Kecil Kalau Harus Ke Dokter

Portrait of pediatrician and little girl patient.
03
Nov

Orangtua mana yang ingin buah hatinya terbaring sakit. Kalau boleh jujur, dampak bila anak sakit biasanya merembet kemana-mana. Aktivitas sehari-hari kita jadi kurang optimal, pikiran kurang fokus, perhatian hanya tertuju pada kondisi kesehatan si kecil yang sedang dilanda sakit.

Tak heranlah bila sebagian orangtua yang bekerja bahkan sampai mengambil jatah cuti kerja supaya dapat mendampingi dan memantau perkembangan si kecil yang sedang sakit ini lebih intensif.

Tantangan selanjutnya saat si kecil jatuh sakit adalah bagaimana kita bisa memberinya kenyamanan saat ia mejalani pemeriksaan, bahkan bila si kecil perlu mendapat perawatan di rumah sakit?

Berikut beberapa trik membujuknya seperti yang disarankan dr. Analysa Margaretha Bogar, SpA dari RS Pertamedika Sentul City, Bogor;

Bila menolak diajak ke dokter.

Jelaskan “Adek nanti diperiksa sama Bu/Pak Dokter, enggak apa-apa kok, mereka baik. Adek ingin sembuh kan? Kalau sudah sembuh, bisa main lagi sama teman-teman, bisa sekolah lagi, bisa makan kesukaan Adek lagi.”

Bila harus periksa darah.

”Enggak apa-apa kan, tadi sudah diperiksa sama dokter? Nah, Adek sekarang diperiksa lagi. Kali ini, darah dalam tubuh Adek akan diambil sedikit. Caranya dengan disuntik. Sakitnya sedikit kok, kayak digigit semut. Nanti Adek Ibu peluk ya, pas diperiksa darahnya. Sekalian ditemani Mombi (boneka kesayangannya), ya.”

Pemeriksaan rontgen.

ukup yakinkan anak bahwa tindakan itu tidaklah menyakitkan. Bahkan tidak ada rasa sama sekali. Hanya seperti difoto, tapi di bagian dada.

Harus dirawat di rumah sakit.

Jelaskan dirinya diminta dokter untuk “menginap” di rumah sakit supaya pengobatan atau perawatan yang dilakukan lebih intensif. Tenangkan bahwa ia tidak akan ditinggal sendirian. Ibu atau Ayah akan menemani, bergantian dengan kerabat yang lain.

Harus diinfus/disuntik:

Jangan bohongi bahwa tindakan itu tidak sakit. Sebaliknya, pasti terasa sakit. Bila perlu minta izin pada  tenaga medis untuk bisa mendampingi anak  saat anak hendak disuntik atau diinfus. Ajak ngobrol si kecil sebagai upaya pengalihan sehingga anak tidak meronta-ronta. Wajar bila setelah tindakan, anak menangis, apalagi bila itu yang pertama kali. Dampingi ia, beri elusan dan dukungan bahwa dirinya selalu akan ditemani.

Jika menolak minum obat.

Jangan menggunakan cara paksaan ya, Bu.  Coba bujuk dan katakan bahwa obat perlu diminum agar ia lekas sembuh dan bisa bermain lagi. Beri pujian tiap kali si kecil mau meminum obatnya sesuai jadwal.

Harus menjalani operasi.

Pada kasus tertentu, dokter bisa menganjurkan tindakan operasi.  Biasanya dokter akan menjelaskan prosedur sebelum dan sesudah dilakukan operasi. Coba bahasakan kembali informasi tersebut kepada anak dalam kalimat-kalimat sederhana yang mudah dipahaminya. Tujuannya, agar ia merasa nyaman walaupun tindakan yang akan dihadapinya ini adalah operasi. (*)

Share This