Ini Lho Mums Alasan Balita Tak Mau Lagi Dipeluk dan Dicium

tak-mau-dipeluk-con3
18
Sep

Anak menolak pelukan dan ciuman Anda? Jangan sedih dahulu, Ma. Mood batita memang bisa berubah-ubah secepat laju rollercoaster. Meski saat ini menolak, bisa jadi lima menit kemudian ia sibuk mencari Anda minta disayang. Tetapi apa, sih, yang biasanya jadi penyebab?

 

  • Baru menjalani hari yang berat.

Seperti orang dewasa, anak-anak juga terkadang melalui momen yang membuat ia bete sepanjang hari. Misal, sahabatnya di sekolah menolak diajak bermain petak umpet, atau ia ditertawai oleh salah seorang teman gara-gara menangis.
Cara menyikapi: Hargai keinginnya menyendiri. Tetapi, biarkan ia tahu bahwa Anda selalu ada untuk dirinya,bila dibutuhkan. Bersiaplah menyambut ia dengan pelukan erat ketika ia datang kepada Anda setelah aksi ‘mengucilkan’ dirinya usai.

 

  • Baru pulih dari tantrum.

Wajar saja bila anak menolak kehadiran Anda beberapa saat setelah Anda memberi ia time out. Ini adalah caranya menunjukkan rasa tidak suka. Atau bisa jadi ia sekadar kelelahan setelah menjerit dan mengamuk sebelumnya.
Cara menyikapi: Pahami perasaannya. Setelah bertengkar dengan pasangan, Anda pun butuh waktu beberapa saat sebelum berbaikan kembali, bukan? Tunjukkan kepada anak bahwa Anda mengerti perasaannya. Jika ia mendekat, berikan pelukan, dan katakan, meski ia melakukan kesalahan, Anda tetap selalu menyayangi ia.

 

  • Tak bisa mengungkapkan kekesalan.

Kehidupan emosional anak prasekolah memang kompleks, Ma. Mereka bisa mengekspresikan perasaan, tetapi kesulitan menjelaskan penyebabnya. Mungkin ia ngambek karena Anda pergi terlalu lama ke pasar, atau mungkin ia kangen dikeloni seperti sebelum kelahiran adik bayi.

Cara menyikapi: Kemungkinan Anda bisa menebak apa yang menjadi ganjalan dalam hati anak. Bicarakan hal itu dengan nada lembut, dan terima apa saja yang ia ungkapkan. Meski terkadang anak akan mengatakan hal yang menyakitkan, seperti, “Mama jahat!” atau “Aku benci Mama,” tenangkan diri Anda karena perasaan anak tidaklah permanen. Dengan berbicara dari hati ke hati, Anda bisa membantu ia meredakan amarah yang terpendam.

 

  • Melalui fase mandiri.

“Aku bukan bayi lagi, Ma!” Mungkin itu yang berusaha ia jelaskan kepada Anda. Beda dengan ketika masih bayi dahulu, kini ia adalah anak besar yang sudah melakukan banyak hal tanpa bantuan. Dan ia ingin menunjukkan hal itu kepada Anda. Cara menyikapi: Santai saja menanggapi penolakannya. Tentu saja anak masih mencintai mamanya, meski saat ini sedang tidak ingin dipeluk dan dicium. Jika ia tampaknya sedang sibuk bermain, simpan saja pelukan dan ciuman Anda untuk menit-menit menjelang tidur.

 

  • Punya orang tua favorit.

Anak hanya ‘bertingkah’ ketika hendak Anda peluk atau cium, dan tidak oleh papanya? Atau sebaliknya, ia hanya mau dekat dengan Anda dan menolak kehadiran papanya? Kemungkinan, ia sedang ingin menunjukkan mana orang tua yang paling dekat di hatinya.
Cara menyikapi: Normal saja bila anak melalui fase ‘orang tua favorit’ ini. Terlebih, bila salah satu dari Anda lebih jarang bertemu dengannya. Tetapi, Ma, coba amati juga apakah sikap Anda atau pasangan turut mendukung terbentuknya favoritisme ini. Misal, tanpa disadari, Anda menunjukkan sikap terganggu setiap kali membukakan pintu bagi suami yang baru pulang bekerja.

 

  • Dia sedang sakit.

Anak yang biasanya hangat dan ramah tiba-tiba berubah muram dan menolak didekati? Jika bukan karena gangguan emosi, ada kemungkinan pula kondisi fisiknya sedang tidak fit, Ma. Apalagi, Anda mendapati gejala demam atau gangguan kesehatan lain.

 

 

Share This