Kebiasaan Meninggalkan Anak Akan Mempengaruhi Psikologinya?

1
17
Mar

 

Beberapa situasi seperti dikarenakan adanya tugas kantor atau tugas lainnya yang mengharuskan anda untuk meninggalkan anak dalam hitungan hari maupun bulan memang terkadang tidak dapat ditinggalkan. Bahkan sebagian pasangan muda yang mendapatkan kondisi ini sering kali menitipkan anaknya pada keluarga, kerabat atau ibu mertua. Hal yang harus anda pertimbangkan ketika akan meninggalkan anak hingga berbulan bulan bahkan hingga hitungan tahun adalah konsekuensi terhadap anak. Bahkan apabila anda meninggalkan anak anda pada usia balita akan mempengaruhi psikologinya. Pada usia balita anak belum siap untuk ditinggalkan oleh orang tua dalam waktu lama, pada usia balita anak masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Apabila anda akan bepergian dalam waktu yang lama sebaiknya anda mengajak anak anda atau balita anda tetap tinggal bersama ayahnya, hal ini untuk menciptakan perasaan yang nyaman pada anak anda.

Pertimbangan selanjutnya adalah kesiapan mental anak anda dikarenakan pada usia balita anak masih sangat tergantung pada kedekatannya bersama dengan orang tua. Meskipun demikian kondisi anak akan berbeda-beda ketika ditinggalkan tugas dalam waktu berbulan bulan atau hitungan tahun, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah ketika anak sudah terbiasa ditinggalkan ketika berusia bayi dan sudah mendapatkan kasih sayang, perlindungan dan perhatian pengganti dari anggota keluarga lainnya, sehingga pengaruhnya tidak begitu besar ketimbang pada anak yang terbiasa dengan orang tua. Meskipun tidak parah akan tetapi anak akan mengalami stres sehingga sebaiknya orang tua dapat memperkecil pengaruhnya.

Pada usia balita masih belum dapat memahami kenapa orangtuanya harus meninggalkanya sehingga akan memicu terjadi stres pada anak kehilangan salah satu orang tuanya dalam waktu yang lama. Apalagi bila kedua orang tuanya meninggalkan anak, hal ini akan membuatnya trauma, menyebabkan kurang nafsu makan atau perilaku lainnya sebagai tanda protes. Tanda awal anak anda protes umumnya cenderung pendiam, rewel dan pemurung. Apabila anak anda lebih terbiasa dengan sosok pengganti orang tua dalam waktu yang cukup lama maka kedekatannya yang seharusnya dengan orang tua menjadi berpindah dan lebih nyaman dengan perhatian dan kasih sayang dari penggantinya. Sehingga membentuk pribadi yang kaku, canggung dan kurang ekspresif dalam mengungkapkan kasih sayang, hal ini tergantung pada trauma yang dialaminya. Berikut adalah beberapa persiapan yang dapat dilakukan oleh orang tua sebelum meninggalkan balita untuk urusan pekerjaan atau melanjutkan sekolah, persiapan dimaksudkan untuk meminimalisir pengaruh buruk pada anak :

 

  1. Sebaiknya lakukan persiapan, minimal 1-3 bulan sebelum anda akan meninggalkan anak anda dalam waktu yang lama.
  2. Anda dapat menjelaskan secara perlahan mengenai sosok figur pengganti kepada anak, lakukan pendekatan jauh jauh hari sehingga anak anda siap dan sudah terbiasa dengan sosok pengganti
  3. Anda terlebih dahulu dapat membangun kerja sama dengan tokoh pengganti yang anda percayai, sehingga dapat menjalin hubungan baik antara anda dan anak meskipun jauh. Jaga selalu komunikasi antara anda dan anak anda meskipun dalam jarak jauh.
  4. Akan lebih baiknya jika figur pengganti tinggal di rumah anda sehingga anak anda tidak memerlukan adaptasi dengan lingkungan barunya.
  5. Semua persiapan harus dilakukan secara perlahan dan dengan penjelasan yang bertahap sebagai contohnya adalah, “ibu akan pergi untuk sementara, sehingga ketika ibu pergi silahkan sama dengan eyang, jangan takut karena ibu akan selalu menelepon kamu, nak”.

 

Share This