Langkah Tepat Saat Menghadapi Anak yang Berbohong

berbohong
12
Sep

 

Apa yang Anda lakukan ketika mengetahui anak berbohong? Pada prinsipnya, begitu tahu anak berbohong, segera koreksi perilakunya agar tidak menjadi suatu kebiasaan. Ibu perlu melakukan langkah tepat untuk mengatasi si kecil yang sudah mulai berbohong.

  1. Bicaralah baik-baik dengannya. Hindari tuduhan, seperti “Adek bohong ya?” Tak perlu juga ia dimarahi atau dibentak di hadapan orang lain atau teman-temannya. Perlakuan seperti itu hanya akan membuat anak bingung. Satu lagi, jangan mengancam. Jika anak merasa terancam, lain waktu ia tidak akan mengaku, bahkan akan berusaha mengarang kebohongan lain.
  2. Lakukan pendekatan yang bersahabat. Cari tahu benarkah anak berbohong dan untuk apa berbohong. Jadi, sekali lagi, bukan untuk mempermalukan. Gunakan pertanyaan terbuka saat menggali penyebab.

“Ibu baru melihat barang yang bagus ini, Adek dapat dari mana?“ Tekankan juga pada sang buah hati bahwa ibu/ayah tak akan memarahi kalau ia bersikap jujur atas apa yang terjadi.

  1. Untuk bohong fantasi, berikan tanggapan positif lalu jelaskan gambaran yang sebenarnya. Contoh, anak bercerita ia melihat seekor ular yang bisa terbang. Bagi orang dewasa tentunya ini hanyalah cerita fiktif yang dibuat-buat, tetapi tanggapan positif yang harus diungkapkan adalah dengan meluruskan bahwa ular tidak bisa terbang karena tidak memiliki sayap.

Berikan penjelasan yang mengandung unsur moral bahwa jika ia berbohong akan membuat orang-orang/teman-teman di sekelilingnya tidak percaya lagi kepadanya bahkan akan menjauhinya.

  1. Bila ada kecurigaan si kecil berbohong, hindari cara menginterogasi (mengajukan rentetan pertanyaan supaya anak mengakui kesalahannya). Lebih bijak bila kita mengumpulkan bukti-bukti dari sumber lain. seperti guru ataupun pihak lain yang dekat dengan anak.Setelah yakin, bahwa ia memang tidak berkata jujur, bicarakan hal itu dengannya. Fokuskan pada solusi bukan menyalahkan anak.
  2. Berikan penghargaan atas perilaku jujur yang dilakukan anak, dengan pujian, pelukan, elusan, angkat jempol, dan sebagainya. Walaupun mungkin apa yang dikatakan anak adalah perbuatan yang salah, misalnya merusak barang, namun kita tetap harus menghargai kejujurannya.

Apresiasi kejujurannya, sambil mengarahkan perilakunya. Tunjukkan kesalahan anak dan apa akibatnya serta bagaimana supaya dia tidak mengulanginya. Yakinkan si kecil untuk selalu mau mengatakan yang sebenarnya. Bila ia memecahkan gelas, katakan padanya bahwa tak masalah gelas pecah, yang penting anak mengakuinya dan berhati-hari kelak.

 

 

Share This