Papa Tolong Jangan Lakukan ini Saat Istri Melahirkan!

suami-menemani-istri-melahirkan-ilustrasi-_130813175737-920
27
Oct

Kehadiran Papa saat istri melahirkan sangat dinantikan.

Menghibur, memberikan dorongan mental, bahkan membantu menenangkan.

Agar dukungannya maksimal, sebaiknya papa melakukan tindakan tepat, serta tidak melakukan ini saat istri melahirkan.

Tulisan dari Mariam Umm ini sangat menginspirasi.

Yuk disimak ya Mama, Papa jangan lakukan ini saat istri melahirkan:

1. Sakit kepala nih, Aku butuh istirahat ‘Say—kalimat ini terucap saat saya lahiran anak ke 2 yang memang waktu bukaannya paling lama,hampir 10 jam lebih,saat itu malam hari dan kami sudah di rumah sakit sejak siang, bukaan gak nambah nambah, stagnant di 6 ajah, padahal dari awal merasakan kontraksi ini sudah lebih dari 5 jam.

Saya mulai bosan dan mengantuk, tapi rewel selalu minta tolong diambilin ini itu dan hey… jangan salahkan saya donk, wanita mau lahiran tuh memang harus dimaklumi kalau tiba tiba jadi manja, dan suami saya juga cape kayaknya dan sukses bilang kalimat “I need to rest, I have a headache, hasilnya : Sukses membuat saya menangis dan langsung meminta dia keluar ruang rawat.Padahal apa salah suami saya coba dengan bilang gitu, salahkan hormon ajah kalau gitu.

2. Bangunin Aku ‘Say,pas kontraksinya kuat—-Walau akhirnya saya mengizinkan dia untuk beristirahat dan tidur, tapi kayaknya suami saya gak beneran bisa tidur, saat itu air ketuban juga sudah dipecahkan dokter, seharusnya kontraksi akan lebih kuat , dan bukaan akan lebih cepat, tapi melihat saya yang terlihat santai santai dan tidak terlihat kesakitan, suami saya bilang :” Wake me up, when your contractions getting hard’ Hon” dan kalimatnya sukses membuat saya cemberut dan meringis rasanya “panas” dan gemes abizz, santai gitu ya tidur sementara istri meringis menahan sakit, lagian pas kontraksi lagi heboh hebohnya boro boro mo mikirin bangunin suami dari tidur, sakit tauk..tuh kan salah lagi —kata suami saya

3. Aku juga capek—-ishhhh, bilang cape saat saya juga dalam keadaan kurang tidur? suami saya memang tidak tidur sama sekali saat saya in labour,dan saat saya bilang kalau saya mulai capek dia juga bilang ” I am tired too” hey kenapa juga dia mesti bilang capek, secara yang sedang in labour itu saya, coba ajah liat pas nanti saya harus push the baby out, masih tega bilang cape, dan suami saya langsung meringis pas saya komentar gitu, oh No, im sorry Hon, the words just come out without me thinking, saya gak pikir pikir dulu pas ngomong, kebawa situasi deg deg-an langsung blass ajah.

4. Kayaknya aku ketularan kontraksi, punggungku ikutan sakit—wadowww yang ini sukses membuat dia kena cubitan di lengannya yang langsung membiru, masa ya saat saya sedang meringis menahan ngilu saat bukaan kontrkasi dengan wajah yang gimana gitu –sulit digambarkan cutenya, hahaha—suami saya sempet sempetnya bilang I think I’m having sympathy pains–my back hurts,that thing is contagious! apaan coba dia, mana ada kontraksi menular, ishhh

5. Pokoknya Aku gak mau dengerin—-Saat menunggu dari satu kontraksi ke kontraksi yang lain, saya seringnya jalan jalan sepanjang koridor ruang rawat, saat saya mulai bosan, saya memilih ngobrol, entah ngobrolin apa ajah dan gak nyambung, yang mungkin membuat suami saya berpikir saya tiba tiba menjadi wanita paling cerewet dan ribut sedunia–ngomong gak berenti—selama itu memang suami saya memilih manjadi pendengar omongan saya, dan saat suami saya mulai terlihat bosan dengan apa yang saya bicarakan dia bilang ” I am not going to listen to you” hasilnya : sukses membuat saya menangis dan dia panik, apa yang salah coba? ya salahlah saya kan butuh didengerin bukan dicuekin Mas’e

 6. Lenganku kebas berasa jatoh, kayaknya setelah ini butuh dipungut nih lengan—–Suami saya memang merelakan lengannya jadi sasaran saya untuk saya remas sekuat tenaga saat saya melahirkan,lengannya juga yang menyangga bahu saya, saat saya lelah, dilengannya juga saya menangis saat saya mulai merasa down, dan untuk memberi saya semangat  dia bilang ” I need to pick up my arms, I cant feel my arms” maksudnya sih bercanda, tapi apa yang dia bilang sukses membuat saya menjauh dari lengannya karena hmmm gak enak ati, kasian.

 7. Bisa tenang gak sih, jangan panik—-bilang “can you please rileks and dont panic” mencoba menenangkan suasana karena dokter tidak sedang ada diruang rawat, saya mengalami kontraksi, dan saya panik, saat itu saya langsung meminta suami saya untuk segera berlari memanggil dokter padahal dokter bilang tenang ajah dan pencet bel disebelah tempat tidur, selain itu kontaksi saya dimonitor dengan dipasangkan alat yang memberi gambar grafik di komputer, tapi saya terlanjur panik terbawa suasana, alhasil apa yang suami saya bilang saat itu, saya jawab dengan suara keras ” Hurry”

 Itu ajah, menemani istri melahirkan memang momen paling menegangkan, kata suami saya, walau begitu suami saya bilang momen itu adalah salah satu momen terbaik di sepanjang hidupnya, dan buat saya semua yang diucapkan suami saya yang mungkin “tidak bisa saya terima” menghilang saat akhirnya bayi kami lahir ke dunia, dan saat suami saya memberikan ciuman di kening dengan dibarengi kalimat ” I love you both, so much” this,the momen i treasure!-–Sisi82—

 

Share This