Pola Asuh yang Bikin Anak Terlambat Bicara

Small boy talking to his mother
20
Apr

 

Dear Mums

Dari sekitar 3,5 juta bayi yang lahir setiap tahun di Indonesia, rata-rata 21%-nya mengalami gangguan bicara ketika memasuki usia balita, demikian data Surveilans Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, Ikatan Dokter Anak Indonesia [IDAI], 2007.

 

Keterlambatan bicara pada anak dipicu oleh beberapa penyebab, yang bisa dibedakan sebagai faktor bawaan (nature), pola asuh (nurture), atau kombinasi keduanya. Faktor bawaan biasanya muncul melalui hambatan fisik, terutama pada organ-organ bicara dan  pendengaran seperti rongga mulut, pita suara, dan telinga. Fungsi otak yang berbeda pun dapat menyebabkan keterlambatan bicara. Contohnya, anak-anak yang tergolong berkebutuhan khusus, seperti anak autisme.

Di luar faktor bawaan, ada keterlambatan bicara yang diakibatkan oleh pola asuh kurang tepat. Para ahli banyak menemukan kasus seperti ini pada anak usia dini yang sehari-hari dibiarkan menonton televisi atau main gadget sendirian. Aktivitas satu arah ini besar peranannya dalam membuat anak bungkam. Memorinya mungkin terisi oleh ratusan bahkan ribuan kata-kata, tetapi karena stimulasi ini tak memancingnya untuk berinteraksi dan bercakap-cakap, kemampuan bicaranya jadi tumpul.

Itu satu. Yang kedua, kesulitan bicara pada anak bisa terjadi kalau orang terdekatnya berbicara kelewat cepat, dan satu lagi yang mengejutkan, yaitu “terlalu tanggap”. Misalnya anak baru mengangkat tangan dan akan bilang mau minum, kita sudah buru-buru menyediakannya. Dengan kata lain, ia tidak pernah diberi kesempatan untuk berbicara sendiri dan menyampaikan sesuatu.

Maka, sebelum membenahi keterlambatan bicara si kecil, benahi dulu diri kita sendiri. Mengapa? Orangtua adalah lingkungan terdekat anak, sehingga pengaruh kita terhadapnya sangatlah besar.

 

Share This