Pola Hidup untuk Kehamilan yang Lebih Sehat: Inilah Pernyataan Studi-Studi

pola-hidup
08
Jun

Pola hidup sehat perlu diperhatikan khususnya selama masa kehamilan. Apa saja yang harus dihindari?

Kehamilan dapat menjadi masa-masa sulit secara fisik dan secara emosional, khususnya pada masyarakat modern sekarang dan fakta bahwa tubuh kita tidak sekuat leluhur kita terdahulu.. Studi terbaru muncul di beberapa bidang yang baik dan harus diperhatikan oleh ibu hamil. Tips dan saran ini akan membantu ke arah kehamilan yang lebih baik, serta lebih sehat bagi  ibu dan bayi yang baru lahir.

1. Hindari Merokok

Janin mendapat masukan nutrisi dan oksigen dari ibu. Ketika ibu hamil merokok, secara logika semua nikotin, tar, dan kekurangan oksigen juga mempengaruhi si kecil.

Kita berbicara tidak hanya pada efeknya jangka pendek, dampak  buruknya dapat muncul sampai bertahun-tahun. Studi yang ditugaskan oleh koran “The Australian” dan dilakukan oleh Institut Kanker di New South Wales contohnya, menemukan bahwa perempuan hamil yang merokok meningkatkan resiko bayi mereka terkena kanker serius pada hidupnya nanti. Tingkat ketinggian resiko termasuk 70% meningkatkan leukimia, dan 80% kanker otak dan kanker sistem syaraf pusat.

“Terdapat sangat banyak bukti mengakumulasi bahwa kehamilan dan merokok adalah dua hal yang tidak bisa jalan beriringan. Tapi sudah jelas kita dapat melakukan sesuatu tentang komplikasi ini, yaitu tidak merokok selama masa kehamilan.” kata Proffesor Jim Bishop, ketua eksekutif dari institut tersebut.

Studi terbaru lain mempublikasikan pada jurnal pengembangan dan psikoterapi, yang juga melaporkan  bahwa perempuan hamil yang merokok selama kehamilan, memiliki kemungkinan lebih tinggi melahirkan anak yang sangat agresif.

2. Mengkonsumsi Serat yang Cukup

Studi yang menganalisa kuesioner yang diisi sekitar 1500 perempuan, menemukan bahwa konsumsi serat yang sesuai rekomendasi yaitu 20-30g tiap harinya, memiliki kemungkinan 70% lebih kecil terkena preeclampsia, dibanding yang mengkonsumsi serat lebih sedikit. Dan tim peneliti mengatakan bahwa menambahkan ekstra 5g serat dapat mengurangi lagi resiko tersebut sebesar 14%

Preeclampsia adalah penyakit yang berbahaya dimana 3% – 7% perempuan hamil menjumpainya. Menurut dokter spesialis janin pada ibu, Dr Tanya Sorensen, “Itu terdiri dari naiknya tekanan darah tinggi, dan kemudian bayi akan terpengaruh, pertumbuhan yang terbatas, dan kemudian ibu biasanya mendapatkan rasa sakit dari penyakit itu, dan secepatnya harus melahirkan bayi.”

3. Manfaat Aqua Aerobik

Sebuah studi di Brasil mempublikasikan pada jurnal Reproduksi Kesehatan, bahwa dengan melakukan aqua aerobik selama kehamilan membantu mengurangi jumlah permintaan obat penghilang rasa sakit pada saat melahirkan. Hasil riset membuktikan sudah lebih dari 50% berkurangnya permintaan obat penghilang rasa sakit bagi wanita yang telah menjalankan latihan senam aqua aerobik ini.

Studi ini memberi sedikit titik terang pada masalah keamanan dari latihan selama masa kehamilan, yang kekhawatiran utama nya mempunyai efek buruk pada janin, yaitu mengorbankan perkembangan janin atau meningkatkan resiko menjadi abnormal. Meski demikian, tim studi menyimpulkan bahwa keselamatan dan kesejahteraan ibu dan bayi nya terjamin.

“Kami menunjukkan bahwa latian secara teratur aqua aerobik selama kehamilan, tidak merugikan bagi kesehatan ibu atau bayi. Faktanya, berkurangnya permintaan obat penghilang rasa sakit menyarankan bahwa obat itu dapat menyebabkan keadaan yang buruk pada fisik dan pikiran.” tambah Pereira.

4. Menjaga Kestabilan Berat Badan

Sebuah studi yang dilakukan di Sekolah Tinggi Kedokteran Harvard menjelaskan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang pertambahan berat badannya kelebihan saat kehamilan tidak saja menjadikan berat lahir bayi yang lebih besar / berat, tetapi juga menjadi remaja yang lebih besar. Studi ini menemukan bahwa anak yang ibunya yang telah bertambah berat badan lebih banyak dari yang telah direkomendasikan dokter pada saat kehamilan, akan mempunyai 42% resiko untuk menjadi obesitas. Jadi penting bagi para calon ibu untuk memantau berat badan saat hamil.

Institut Pengobatan di Amerika merekomendasikan bahwa wanita yang mempunyai berat badan normal/ideal akan menambah sekitar 25-35 pound pada saat kehamilan. Sedangkan wanita yang sudah kelebihan berat badan sebelum kehamilan akan bertambah berat badan sekitar 15 – 25 pound, dan wanita yang kekurangan berat sebelum kehamilan akan bertambah sekitar 28 – 40 pound.

5. Hindari Penggunaan Hairspray

Studi inovatif yang dilakukan secara bersama oleh universitas imperial di London, universitas Cork, dan pusat penelitian masyarakat dan lingkungan di Barcelona, menemukan bahwa perempuan yang melakukan hairspray pada rambut selama tiga bulan pertama kehamilan, mempunyai dua sampai tiga kali kemungkinan melahirkan bayi laki-laki yang menderita hipospadia (kelainan pada alat kelamin anak laki-laki).

Studi yang dibiayai oleh beberapa organisasi di Inggris dan Eropa, dan baru saja dipublikasikan pada jurnal Perspektif Kesehatan Lingkungan. Studi ini menemukan adanya kandungan zat kimia phthalates pada bahan hairspray rambut, yang biasa digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas plastik. Hipospadia adalah kondisi dimana adanya pergeseran peletakan saluran urin ke arah bawah penis. Ini adalah salah satu cacat lahir yang paling umum bagi anak laki-laki.

Share This