Saat Ibu Marah, Sebaiknya Tak Ucapkan 5 Kalimat Ini Pada Anak

1938-saat-ibu-marah-sebaiknya-tak-ucapkan-5-kalimat-ini-pada-anak
20
Nov

Nakita.id – Sikap dan tingkah laku si kecil kerap kali membuat Ibu geram, ditambah lagi dengan permasalahan yang tengah dihadapi. Tak jarang kondisi tersebut membuat Ibu atau Ayah menjadi lepas kontrol dan marah. Akan tetapi 5 kalimat ini tak boleh didengar anak. Apa saja?

  1. Kalau nakal, Ibu akan tinggalkan kamu di sini. Ketahuilah, bahwa ketakutan terbesar anak adalah tersesat sendiri dan merasa tak aman. Walaupun kalimat tersebut hanya untuk membuat ia diam, tapi tindakan Ibu tersebut dapat menimbulkan trauma pada dirinya.
  2. Kenapa kamu tidak seperti saudaramu yang lain? Dengan mengatakan hal ini, maka secara tidak langsung Ibu membandingkan anak-anak dengan saudaranya yang lain bahwa anak tidak cukup pintar atau cepat belajar dibanding saudaranya.

Pembanding ini juga akan meningkatkan persaingan antarsaudara dan kelak akan merusak hubungan persaudaraan dan mengembangkan keterpisahan.

Terima setiap anak dalam keluarga karena mereka memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri. Bantu anak untuk melihat keistimewaan mereka dengan berfokus pada masing-masing individu tanpa menggunakan perbandingan.

  1. Biar Ibu yang menyelesaikan.Mungkin, maksud hati ingin membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah yang sulit dikerjakan. Namun, jika terlalu sering melakukan hal ini, maka Ibu telah mengambil alih pekerjaan anak yang seharusnya bisa dikerjakannya sendiri.

Hal itu justru akan melemahkannya. Mengambil alih pekerjaan anak mungkin bisa menghemat waktu, tetapi Ibu justru meninggalkan beban di masa depan karena anak jadi tak terbiasa mandiri.

  1. Kamu seharusnya malu. Masih ada orangtua yang melontarkan kalimat tersebut kepada si kecil dengan harapan bahwa si kecil akan malu dan mengubah sikapnya.

Akan tetapi, anak kecil belum memahami rasa malu karena hal yang ia perbuat. Jika Ibu terlalu sering mengatakan kalimat tersebut, si kecil hanya akan berpikir bahwa segala sesuatu yang dilakukannya selalu salah.

  1. Seandainya kamu tidak pernah ada. Kalimat ini punya makna: “Ayah dan ibu tidak pernah menginginkanmu.” Karenanya, kalimat ini tidak sepantasnya diucapkan oleh orangtua.

Kalimat ini akan sangat menyakitkan, baik bagi si anak maupun orang lain yang mendengarnya. Terlepas dari kenakalan yang telah dilakukan anak, ia hadir karena kehendak Ibu dan Ayah.

Maka, bersikaplah sebagai orangtua yang bertanggung jawab dengan mengasuh dan mendidik anak dengan baik, bukannya menyalahkannya karena lahir di dunia

 

Sumber : Science Daily

 

Share This