Seorang Bayi Meninggal Akibat Terjebak dalam Selimut, Ini yang Harus Diperhatikan Saat Menyelimuti

baby-blankets-feature-20130716191131.png-q75,dx720y432u1r1gg,c--
13
Jul

Siapa sangka hal-hal sederhana yang kadang tidak kita perhatikan bisa saja berbahaya bagi bayi. Jordan DeRosier, seorang Ibu membagikan sebuah cerita yang menjadi pelajaran bagi siapapun yang memiliki bayi.

 

Sloan, anak dari ibu tersebut meninggal pada 3 Juli lalu dalam usia 7 bulan. Dalam akun Facebooknya, DeRosier menceritakan penyebab anaknya meninggal dunia. “Sloan terakhir berbaring di tempat tidur dengan selimut yang dibuat oleh neneknya dan satu selimut lainnya yang berwarna abu-abu,” ujarnya.

Siapa sangka selimut yang berwarna abu-abu justru membuat Sloan terjebak dengan posisi selimut berada di atas kepalanya. “Tolong, jangan menaruh bayi dengan selimut. Saya pikir karena dia telah bisa merangkak, berdiri sendiri dan memanjat, ia akan baik-baik saja dengan selimut,” tambahnya.

 

Penyesalan mendalam tentu dirasakan oleh sang Ibu. Ia berharap kisah yang ia bagikan ini dapat menjadi pengingat bagi para Ibu lain di luar sana. Lantas, bagaimana sebenarnya aturan pemakaian selimut pada bayi?

American Academy of Pediatrics menyarankan beberapa hal untuk menciptakan lingkungan tidur yang aman bagi bayi. Ibu perlu menempatkan bayi pada permukaan tidur yang kokoh dengan beralaskan alas yang pas. Artinya, tidak terlalu beralas tebal maupun tipis.

 

Ibu juga sebaiknya menghindari selimut, bantal atau mainan lembut yang diletakkan di sekitar bayi. Joanna Mac Lean, seorang ahli respirologi anak sekaligus direktur Stollery Children’s Hospital mengungkapkan untuk tidak menggunakan selimut longgar atau barang lembut di sekitar bayi hingga ia berusia 1 tahun.

Maka, Ibu memang sebaiknya membedong bayi jika sekiranya bayi terlihat kedinginan. Menurut Joanna, pemakaian selimut ketika anak sudah berusia 1 tahun juga perlu pengawasan. “Pastikan selimut itu ukurannya pas dengan tubuh bayi karena selimut yang terlalu lebar bisa berbahaya karena bisa melilit pada tubuh atau leher bayi misalnya,” tambahnya.

 

Banyak anak yang meminta atau justru Ibu yang memberikan mainan atau benda-benda seperti boneka sebagai teman tidurnya. MacLean juga merekomendasikan untuk memberinya benda-benda ini setelah berusia 12 bulan. Ibu juga perlu memilih ukuran yang sesuai misalnya tidak terlalu besar atau memastikan tidak ada bagian dari binatang yang mudah terlepas sehingga bisa membahayakan bayi saat tidur. (*)

Sumber : Nakita

Share This