Sudah Besar Kok Masih Sering Ngompol?

29
Sep

Saat masih batita, wajar saja bila si Kecil masih suka mengompol, terutama saat tidur malam hari. Tetapi ketika si Kecil masih tidak bisa mengontrol keinginan buang air kecil hingga menjelang usia 5 tahun, Ibu tentu jadi khawatir.

Sebenarnya, masalah mengompol tidak hanya berkaitan dengan kemampuan anak mengendalikan keinginan buang air kecil. Tetapi, bisa juga dikarenakan anak memiliki kantung kemih yang overaktif. Jadi, kantung kemih si Kecil sering kali bekerja tanpa mengirimkan sinyal ke otak agar memberi peringatan pada anak bahwa ia harus pipis.

Sulit untuk mengetahui apakah anak Ibu termasuk yang memiliki kantung kemih yang overaktif, sehingga sulit menahan keinginan pipis. Namun, umumnya anak-anak tersebut punya kebiasaan seperti di bawah ini:

* Masih sering mengompol di pagi hingga sore hari, padahal usianya sudah melewati 3 tahun.
* Setelah berusia 4 tahun masih suka mengompol saat tidur malam.
* Sering bolak-balik pipis ke kamar mandi, bahkan sampai terburu-buru ke kamar mandi karena tidak tahan ingin pipis.
* Tidurnya tidak nyenyak karena sering terganggu ingin pipis.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak memiliki kantung kemih yang overaktif sehingga sering sulit menahan keinginan pipis:

* Suka minuman yang mengandung kafein, seperti teh atau soda. Kandungan kafein bersifat diuretik, sehingga merangsang tubuh mengeluarkan cairan dan anak pun jadi sering pipis.
* Faktor alergi. Makan atau minum sesuatu yang memicu alergi si kecil bisa membuatnya memiliki kantung kemih yang overaktif.
* Cemas atau gelisah. Situasi yang membuat anak cemas, takut, atau gelisah bisa memicunya lebih sering pipis -bahkan mengompol.
* Kelainan pada kantung kemih. Struktur kantung kemih yang tidak normal bisa membuat anak lebih sering pipis. Begitu juga jika dinding kantung kemih teriritasi, sehingga sebagai reaksinya kantung kemih akan mengosongkan diri lebih sering.
* Kantung kemih yang overaktif juga bisa dikarenakan tubuh tidak memproduksi hormon ADH dalam jumlah cukup. Hormon ini berfungsi memperlambat produksi air seni dan tubuh cenderung memproduksi lebih banyak ADH di malam hari. Jika tubuh si Kecil tidak memproduksi cukup ADH, produksi urin pun tidak melambat di malam hari, sehingga si Kecil jadi sering pipis atau mengompol.

Supaya si Kecil tidak terlalu sering pipis, terutama di malam hari, Ibu perlu menghilangkan konsumsi kafein dalam kesehariannya. Selain bisa membuat kantung kemih jadi overaktif, kafein juga bisa mengganggu pola tidur anak.  Selain itu, hindari terlalu banyak minum sebelum tidur apalagi jika si Kecil masih sering mengompol di malam hari. Cukupkan asupan minum sekitar beberapa jam sebelum tidur, maka kebiasaan mengompol di malam hari pun akan berkurang.

Sumber : medical news today

 

Share This