Tak Perlu Menghitung Kalori yang Dimakan, Begini Cara yang Lebih Tepat Menurunkan Berat Badan

Makanan-Untuk-Kesehatan-Wanita
16
Nov

Ibu pasti pernah mendengar rumus yang menyebutkan bahwa menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan makan lebih sedikit dan bergerak lebih banyak.

Namun untuk mengetahui apakah kalori yang dibakar saat bergerak sudah lebih banyak dari makanan yang dikonsumsi, Ibu tetap perlu berhitung.

Nah bila Ibu termasuk yang enggan berhitung, sebenarnya ada cara mudah untuk menurunkan berat badan dengan tetap mengurangi asupan kalori tanpa harus bermain angka.

Pemilik Amy Gorin Nutrition, Amy Gorin, M.S., R.D.N, mengatakan bahwa perubahan gaya hidup kecil bisa menjadi cara yang mudah untuk menurunkan berat badan tanpa harus membuat kita merasa dibatasi kalori.

Berikut adalah enam tips yang akan membantu kesuksesan diet tanpa harus menghitung asupan kalori.

1. Pilih karbohidrat yang benar

Kita tentu mengenal berbagai jenis karbohidrat. Nah daripada menyantap karbohidrat olahan seperti roti tawar putih dan nasi putih –yang cenderung mengandung kalori tinggi dan rendah nutrisi– lebih baik menggantinya dengan roti biji-bijian (wholegrain) atau nasi merah, hitam, atau cokelat yang lebih berserat, mengenyangkan, dan lambat dicerna.

2. Hindarilah makanan olahan

Ketahuilah bahwa kenaikan berat badan juga terkait dengan jenis makanan yang Ibu makan, bukan hanya kalori.

Studi dari The New England Journal of Medicine menemukan bahwa orang-orang yang sering mengkonsumsi daging olahan, keripik kentang, dan soda selama periode empat tahun berat badannya bertambah 8 kilogram lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi makanan segar seperti sayuran, biji-bijian, buah, dan kacang-kacangan.

3. Perbanyak protein

Protein adalah zat penting dalam makanan sehari-hari yang membantu membentuk otot.

“Otot adalah jaringan metabolisme aktif atau semacam dapur untuk membakar kalori, artinya jika Ibu lebih berotot, maka tubuh juga akan membakar lebih banyak kalori,” kata Newgent.

4. Dahulukan sayur

Apa yang Ibu ambil pertama kali saat makan? Kebanyakan orang akan mengambil nasi. Nah coba ganti kebiasaan ini dengan memenuhi piring lebih dulu dengan sayur.

“Sayuran biasanya padat nutrisi dan tidak padat kalori. Jadi ambil sayuran lebih dahulu, seperti kecambah, bit, brokoli, kembang kol, wortel, mentimun, sayuran hijau, atau tomat,” ucap Newgent.

Dengan metode sederhana ini kita akan mengurangi kalori tanpa harus menghitungnya.

Bayangkan saja, bila Ibu mengambil dua cangkir pasta terlebih dahulu, maka di piring sudah ada  289 kalori. Sedangkan bila yang diambil adalah brokoli maka hanya ada 55 kalori.

5. Fokuslah saat makan

Keberhasilan diet bukan hanya soal apa yang Ibu makan, tapi juga bagaimana Ibu makan.

Menurut penelitian dalam The Journal Appetite, makan sambil melakukan aktivitas lain – misalnya nonton TV – dapat menyebabkan kita mengabaikan sinyal rasa kenyang pada tubuh, sehingga kita makan lebih dari yang seharusnya.

6. Minum air putih lebih banyak

Air yang kita minum tidak hanya bagus untuk persendian dan pencernaan, namun juga bisa membantu mengatur berapa banyak makanan yang dikonsumsi.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam the journal Obesity ditemukan bahwa orang yang minum dua gelas air sebelum makan tidak hanya merasa kenyang, tapi juga cenderung makan dalam porsi lebih sedikit.

(Ariska Puspita Anggarini / Kompas.com)

Share This